Di dekat Kaki Salib Yesus

By abethseane

Petrus dan murid lain ; dari kejauhan, memandang nanar pada sesosok tubuh penuh luka

…..tak dibuka penutup muka dan sorbannya, Karena hampir saja Sang pecundang Petrus dikenali oleh seorang anak kecil sebagai pengikutnya.

Hanya dari kejauhan, namun ia tetap mengenali sosok Sang rabuni yang disiksa

….

“kemana lagi aku harus berharap pembebasan, tak mungkin…tak dapat kupercayai apa yang kulihat ini….Mesias sang pembebas yang kukenal, bersamaku penuh dengan kharisma dan tangan mujizat itu….tergolek lemas, terhina….dipermainkan oleh-tentara-tentara kafir……mengapa kami harus kehilangan Pahlawan kami…..Ya, Hashem Allah para rakyat tertindas seperti kami…..

wanita-wanita, Maria magdala , sang pemain kinnor, kecapi daud yang setia mengikuti,bersama wanita-wanita lain pengikutnya….dengan air mata yang tak henti, rintihan pilu para ibu dengan naluri dan cinta kudus mereka pada sesosok menusia yang sedang di gantung, di antara dua penjahat…..wanita itu berdesah pilu

“…masih kami ingat tatapan lembutnya, dengan sepotong kalimat sucinya….masih ku ingat…kalimat itu yang mengubah seluruh sejarah hidupku…Dosamu sudah diampuni….

“Dia berkata pada muridnya kasihmu yang besar menggambarkan betapa banyak dosamu itu, engkau bersamaku dalam kerajaaNya…..Dia bukan seperti guru yahudi, angkuh dan tak memberi tempat bagi perempuan hina….menurut pandangan mereka….kami seperti aib dalam hidup agama mereka yang sombong……”

“ kalian wanita-wanita bodoh….apalagi yang kamu harap pada mesias yang sekarat itu…pergi pulang dan kembalilah membuat roti…”

“kami para perempuan diterima hangat bersama para muridnya,….pertama kalinya kami diizinkan mengikuti guru yang diurapi Allah……tak mungkin kami tinggalkan dia, apa lagi dalam kesengsaraanNya….tak mungkin..

“ Orang seperti itu tak layak disebut guru, ia menghasut dan bergaul dengan para pelacur”

“…….dengan persekongkolan para dewan agama itu…..guru kami, yang kami ikuti….kami melayani orang miskin bersama….aku pernah menciumi kakinya, menuangkan minyak mahal demi mengingat dosaku….Katanya “minyak ini sebagai persiapan kematiannya,…..menyekanya dengan rambutku……dan sekarang….

kaki yang sama itu sekarang pecah oleh ,paku pasukan roma.

Kaki itu meneteskan darah……darah tak berdosanya …..”

“Ya allah berilah kami kekuatan,…untuk tetap mengingat pesan sucinya……bahwa kami harus tetap bersaudara dan mengasihi…..bahkan untuk orang yang membenci kami………..”

Dimata dan percakapan pasukan

“ ratusan pemberontak kugantung di kayu hina itu….semuanya meneriakkan kebencian, sumpah serapah dan kemarahan atas hukuman….

“dia bukan orang yang layak dihukum….aku menghafal tatapan mata penjahat….aku tau umpatan mereka, namun…. Tak sepatah katapun dari orang ini mengutuk kami……

Dia berdoa pada Allahnya untuk kami……….orang gila mana yang dapat melakukan ,….dia buka orang yang harus disalibkan……dia orang suci

Arak-arakan panik dan histeris itu benar-benar, menyita seluruh kota….Jumat ini hari yang suram….anak-anak Yerusalem melihat sekali lagi, seorang yang ‘dihakimi’ oleh kebusukan ambisi dan kebencian berbaju agama….dan dengan ajaran agama yang dimanipulasi Dia diseret ke lembah kematian……,pemandangan ini adalah penistaan berita kitab suci…arak-arakan ini…harusnya sudah berhenti dan tak lagi diulangi….jika kami dan mereka mengerti isi kitab para nabi….arak-arakan ini adalah kehinaan kami yang tak menerima kebenaran dari Sang Guru sederhana itu……Tuhan kasihanilah kami.

Tinggalkan Balasan