Agama Kristen

By abethseane

Kristen itu adalah agama. Namun agama tidak hanya kristen saja. Sering, term-term terbuka seperti itu memancing banyak hal. Kebanyakan pembicaraan tentang agama diikuti dengan sejumlah besar kepentingan, pengalaman dan cara pandang yang ’sangat ekslusif’,bahkan pada diskusi dan seminar inter religi sekalipun.

Kerinduan dan keterlibatan khusus, yang mengarahkan saya pada
pengakuan bahwa kekristenan bukan sekedar agama.

Karena ‘Bagaimana bisa, saya menjelaskan air mata doa-doa saya, selalu terarah pada ’seseorang’ yang saya percayai’, bahwa Dia akan menjadi ‘apapun dari setiap pergumulan dan
ketidakmampuan saya.

Dan sesorang itu adalah Yesus Kristus. Menjadi menarik dan penuh arti jika
perjumpaan dengan Yesus agama, atau Yesus ‘impersonal’, Yesus universal,
Yesus anonim dan banyak predikat yang rumit itu, justru bermuara
pada kesadaran tentang Yesus yang berjalan disebelah saya.

Jika saya mempersonifikasikan Yesus yang terlalu suyektif untuk
kepentingan
dan perjalanan sejarah hidup saya, saya tak bisa memaksakan diri agar pengalaman itu diwadahi dan diakui oleh ‘wadah agama’ yang statis dan bersifat ‘tak berubah’. Jadi pengalaman personal saya bukan ‘materi doktrin baru’ dari agama kristen, namun saya ijinkan seseorang atau negara menyebut saya seorang kristen, sementara disisi lain saya lebih nyaman dengan pengakuan diri bahwa saya seseorang yang bersama Yesus dalam mencari dan menemukan pemaknaan hidup dan kematian.

Tinggalkan Balasan