Menipu Tuhan

By abethseane

Menipu Tuhan Dan Doa Para Tikus

Guru Abunawas sering membingungkan para murid, karena dengan pertanyaan yang sama ia memberi jawaban berbeda kepada para tamu yang datang ke perguruannya.

Murid :” Manakah yang lebih utama, orang yang melakukan dosa kecil atau orang yang melakukan dosa besar?

Jawab Abunawas :”Orang dengan dosa kecil”

“ Mengapa?”

Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan”

tamu pertama puas karena ia yakin begitu.

“Manakah yang lebih utama, orang yang melakukan dosa kecil atau orang yang melakukan dosa besar?”

Jawab guru Abu “ Orang yang tidak melakukan keduanya”

“Mengapa?”

“Kalau tidak melakukan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan.”

Tamu ketiga bertanya : ” Manakah yang lebih utama, orang yang melakukan dosa kecil atau orang yang melakukan dosa besar?”

Jawab Sang Guru :“orang yang melakukan dosa-dosa besar”

Murid bingung….. “mengapa jawaban berbeda?”

Manusia dibagi tiga tingkatan, tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati

Maksudnya seorang anak kecil melihat bintang di langit ia mengatakan bintang itu kecil, karena hanya menggunakan mata

Orang pandai/berilmu melihat bintang , ia mengatakan bintang itu besar karena pengetahuan

“lalu apakah tingkatan hati itu?”

Tingkatan hati adalah orang pandai dan mengerti melihat bintang itu, ia tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tak ada yang lebih besar jika dibandingkan dengan kebesaran Allah”

“wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?”

“mungkin” ,

“ bagaimana caranya ? “

“Dengan merayuNya melalui pujian dan doa “

“ajarkanlah doa itu !”

“Coba dengarkanlah doa tikus-tikus itu !”

Doa tikus-tikus

Tuhanku !

Bintang –bintang itu begitu kecil

Sebenarnya aku senang melihat mereka dari dekat.

Tetapi Engkau menaruhnya

Jauh di angkasa.

Tuhanku,

Angkatlah aku ke atas.

Renungan: (dibawakan Siswa )

Kita sering tidak berani mendengarkan suara kebenaran dalam hati. Karena kita ditekan untuk menunjukkan hasil yang hebat, tak peduli bagaimanapun cara meraihnya. Melakukan kebenaran memang tidak mudah, tetapi juga bukan hal yang imposible (tidak mungkin)

Walaupun cita-cita dan harapan kita setinggi bintang di angkasa, bisa saja itu impian yang ditaruh Tuhan dalam hati kita……namun…sering kita berdoa agar Tuhan menurunkan Bintang itu …

Renungkanlah sekali lagi….

jika Tuhan sepertinya diam tak menjawab.

Tetaplah berdoa……

…….tetapi berdoalah agar Tuhan mengangkat kita ke atas .

Disusun untuk doa bersama Siswa-Kristen-Katholik SMP Karangturi, diambil dari : MB.Rahimsyah , Kisah 1001 Malam Abunawas Sang Pangeran Hati, Lintas Media, Jombang , dan Angela Toigo, Doa-doa Seekor Tikus, Nusa Indah, Flores, NTT.

Compiler : Abednego Agung & Agustinus Sukarno

Tinggalkan Balasan