“Lambang pemerintahan ada dibahunya, namaNya disebut sebagai Bapa yang kekal , raja damai dan Penasehat ajaib….” petikan ayat ini terpatri dalam bawah sadar saya. Lebih lagi dilagukan oleh seorang bersuara berat dengan musik meditatif yang tetap tak terlupakan.
Penasehat ajaib, The great Counsellor, yang kumaksud memanglah pribadi spiritual , transenden , butuh kepasitas dan kesiapa rohani untuk memahami isi nasehatnya. Betapa saya membutuhkan konseling, teman bicara dan penasehat ketika banyak problem yang meracuni pikiran dan menyesakkan hati.
Tuhan, bicaralah….tunjukkan arahnya…..kadang berakhir dengan keheningan.
Saudara, teman ataukah seseorang yang kita kasihi atau kita percaya justru bukan alamat yang tepat untuk bicara….kadang aku sering menghakimi lagi. samapi suatu waktu aku coba kirim sms pendek pada sahabat lama. Dia seperti ‘kakak’ impianku, dia kudengar….responya, mengubahkan. Ada kesalahan dalam diri yang tak pernah terlihat olehku. Perubahan kukerjakan dalam semangat pencerahan yang kreatif. Kakak ini menyalakan ‘lentera kecil’. Penasehat ajaib itu juga telah mempunyai murid. Ia dipakai oleh sang penasehat ajaib itu, untuk membantuku.
Temukanlah penasehat ajaibmu.Siapa saja, kapanpun itu….sang Kalikh dapat saja menitipkan pesan untukmu.